Thursday, 22 December 2016

GEMPA DISEKITAR KITA

 

         Gempa Bumi yang melanda Pidie, Aceh hari Rabu, tanggal 7 Desember 2016 kemarin dengan kekuatan M-6,5. Episenter terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT arah tenggara kota Banda Aceh pada kedalaman 15 Km kemarin, kembali mengingatkan kita ternyata wilayah Indonesia masih banyak sesar aktif yang belum teridentifikasi dan terpetakan dengan baik, hal ini sangat penting untuk kajian mitigasi dan perencanaan wilayah yang aman gempa bumi di Indonesia. 

Masih teringat kejadian gempa besar yang melanda wilayah di Indonesia beberapa tahun terakhir diantaranya :
  • Gempa bumi Tahun 2009 berkekuatan 7,6 SR di papua tanggal 4 januari 2009
  • Gempa bumi tahun 2009 berkekuatan 7,6 SR di sumatera tanggal 30 September 2009,    gempa yang terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut kota Padang.
  • Gempa tahun 2006 berkekuatan 7,7 SR di jawa tanggal 17 juli 2006 di lepas pantai jawa barat
  • Gempa bumi tahun 2007 berkekuatan 7,9 SR di Bengkulu terjadi pada tanggal 12 September 2007
  •  Gempa bumi tahun 2005 berkekuatan 8,7 SR di Sumatera tanggal 28 Maret 2005 pusat gempa berada 30 km di bawah permukaan samudra Hindia.
  • Gempa bumi tahun 2004 berkekuatan 9.3 SR di samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh
                 Sebenarnya apa sih gempa itu…? Menurut Wikipedia Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Banyak penelitian yang telah dilakukan para peneliti untuk antisipasi terhadap gempa bumi yaitu prekusor gempa diantaranya dengan mempelajari pergerakan lempeng menggunakan data GPS, seismoelektromagnet, perubahan data TEC ( Total Elektron Content), perubahan temperature permukaan dan perilaku hewan. (bersambung..)

No comments:

Post a Comment